Sejarah Menyeramkan Hari Halloween

Sejarah Menyeramkan Hari Halloween – Hari Halloween yakni hari di mana semua orang termasuk anak kecil sampai orang dewasa rela menjadi karakter menyeramkan tertentu. Bila hari halloween di Indonesia biasanya anak zaman sekarang merayakan nya dengan pesta-pesta alkohol atau hanya sekedar kumpul-kumpul.

Sejarah Menyeramkan Hari Halloween

Itu merupakan hal yang asyik dan menyenangkan, tetapi dibalik menyenangkan itu apakah kalian sudah mengetahui dari sejarah menyeramkan hari halloween? Jika belum simak artikel ini. Karena Halloween identik dengan hal yang menakutkan, tak jarang orang yang menerapkan kostum halloween durchvolk atau karakter yang menakutkan seperti hantu atau monster.

Halloween itu sebenarnya berasal dari festival bangsa Celtic kuno, yakni festival Samhain. Bangsa Celtic yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu merayakan tahun baru mereka pada 1 November. Mereka percaya bahwa pada malam sebelum tahun baru, batas antara dunia orang hidup dan orang yang sudah mati akan melarikan diri.

Dipercaya bahwa arwah meyakini hantu orang mati kembali ke bumi. Biasanya, orang-orang akan bermain judi slot online pada situs Slot Terbaru Mudah Menang dan melaksanakan “trick-or-treat” pada perayaan Halloween. Selain itu, perayaan ini juga identik dengan lentera dari buah labu yang dilubangi menyusun wajah Jack O’Lantern. Perayaan ini diperkirakan diberi pengaruh oleh kepercayaan dan adat istiadat masyarakat di negara-negara berbahasa Kelt.

Hari Halloween Dipercaya Kembalinya Arwah Orang Yang Sudah Mati?

Selain itu, pada 31 Oktober mereka memercayai bahwa Dewa Kematian, Saman, akan mengumpulkan roh-roh leluhur yang bebas berjalan-jalan di dunia, merusak hasil panen, dan dilema lainnya. Awal inilah yang kemudian menjadi pandangan baru utama festival Samhain, yakni orang-orang akan menerapkan kostum menyerupai hantu dan vampir.

Halloween

Selain menyebabkan dilema dan merusak tanaman, Orang Celtic juga berpikir absensi roh-roh itu akan mempermudah para Druid atau pendeta Celtic untuk membikin prediksi perihal masa depan. Bagi orang yang sepenuhnya bergantung pada dunia alami yang tak stabil, ramalan-ramalan ini yakni sumber kenyamanan penting selama musim dingin yang panjang dan gelap.

Memperingati acara hal yang demikian, Druid membangun api unggun suci yang besar dan orang-orang berkumpul untuk membakar tanaman dan binatang sebagai perjuangan kepada dewa Celtic. Selama perayaan, bangsa Celtic mengenakan kostum, lazimnya terdiri dari kepala dan kulit binatang, dan berupaya untuk saling menceritakan nasib satu sama lain.

Pada 43 M, Kekaisaran Romawi sudah menaklukkan sebagian besar kawasan Celtic. Selama 400 tahun mereka menyuruh tanah Celtic, dua festival asal Romawi digabungkan dengan perayaan Celtic tradisional Samhain.